Selasa, Mei 29, 2018

Mohammed Salah Cedera,Liverpool Tak Berdaya

Mohammed Salah....pemain yang di beri gelar Egyptian King ini menjadi sosok yang paling di harapkan bersinar saat Liverpool tampil melaju ke partai final liga champions melawan juara bertahan Real Madrid.

Tidak hanya oleh Liverpudlian,harapan tersebut juga di pancangkan oleh hampir semua pecinta liga inggris.Agar Ia sukses membawa pulang Piala Liga Champions bersama Liverpool ke tanah Britania Raya.

Namun,harapan itu pun seketika buyar seiring di tarik keluarnya Mohammed Salah dari arena lapangan hijau.Sebabnya,Ia mengalami cedera yang mudah-mudahan tidak terlalu parah.Sehingga Ia kelak masih bisa memoles skill dan aura kebintanganya di bidang olah kulit bundar.Khususnya saat membela mesir di ajang Piala Dunia beberapa pekan kedepan.

Cedera yang di alami Pria muslim taat ini di peroleh ketika Ia mendapat "Marking Ketat dan Keras" oleh pemain belakang Real Madrid,Sergio Ramos.

Kami sebut "Marking Ketat dan Keras" karena memang tidak ada pelanggaran yang terjadi kala Salah di jatuhkan dengan posisi lengan di apit dan tertimpa tubuh Kapten El Real tersebut.layaknya Aksi smack down yang tersesat di tengah lapangan sepak bola.

Sontak kejadian tersebut membuat fans Liverpool memperlihatkan ekspresi kekhawatiran atas cedera yang di alami Salah.Mereka pun tetiba memiliki alasan yang kuat untuk meragukan konsistensi Permainan Liverpool.

Alasan yang memang beralasan,karena di tilik Dari beberapa pertandingan UCL yang terlah di lewati Liverpool,mulai babak penyisihan grup hingga partai semi final sebelum partai puncak yang di gelar di Ibu Kota Ukraina tersebut di gelar,Liverpool sering kedodoran permainnanya jika Mohammed Salah tidak dimainkan.

Situasi itu pun kembali terjadi.Liverpool tampak kehilangan ruh permainan tanpa Salah yang dengan sangat terpaksa harus di tarik keluar.Ibarat bunga,permainan mereka layu sebelum berkembang.upaya serangan yang mereka lakukan sering mentok di kaki barisan pemain gelandang Real Madrid.

kehadiran sosok Salah tak bisa di pungkiri merupakan tumpuhan utama barisan depan Liverpool,bahkan cenderung menjadi ketergantungan yang ketiadaannya berakibat reaksi negatif bagi performa permainan tim secara keseluruhan.

Hal itu di maklumi oleh El Real.Sehingga sejak menit awal,Mohammed Salah di perlakukan bak putri raja yang kemanapun Ia pergi hampir pasti di sertai pengawalnya.Sayangnya,Sang pengawal bukan bermaksud melindungi,namun sebaliknya "mencederai".

Tapi,mau di kata apalagi?.Permainan sudah berakhir.Salah tak berhak di salahkan.Ia pun harus mau menerima kenyataan timnya terjungkal.

Dan PR besar bagi Liverpool adalah meluruskan kembali hakikat sepak bola yang mengutamakan permainan tim yang kolektif tanpa harus bertumpuh harap kepada salah satu dari sebelas pemain di atas lapangan.
Previous Post
Next Post

post written by: